Monday, 27 April 2015

Bau Badan dan Pembunuhan

Dua minggu terakhir, media gencar memberitakan kasus pembunuhan seorang janda muda beranak satu di sebuah kamar indekos. Dia ditemukan meninggal dalam kondisi tangan terikat dan mulut tersumpal kaos kaki. Selain itu, pakaian yang ia kenakan pun sudah tanggal dari tubuhnya. Korban diduga telah dibunuh oleh seseorang yang datang ke indekosnya. Korban juga diduga mengalami kekerasan seksual sebelum dibunuh.

Beberapa hari yang lalu polisi berhasil menguak kasus pembunuhan janda tersebut lengkap dengan menangkap pelakunya. Jujur saya kagum dengan kemampuan polisi yang satu ini. Mereka selalu bisa mengungkap berbagai macam kasus kriminal walaupun dengan petunjuk yang minim. Kemudian diketahui bahwa korban adalah seorang "penjaja kenikmatan sesaat" atau PSK. Sedangkan pembunuhnya adalah pelanggannya sendiri. 

Berita pembunuhan janda tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang menarik buat saya. Kita mendengar berita pembunuhan semacam itu hampir setiap hari. Bahkan banyak kasus yang lebih sadis daripada berita tersebut. Suatu hal yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah motif pelaku membunuh korban. Usut punya usut, ternyata penyebab pembunuhan tersebut adalah pelaku sakit hati kepada korban. Ketika mereka sedang asik bergumul, korban menghina pelaku dengan ucapan tidak enak karena bau badan pelaku yang beraroma tidak sedap. Pelaku tersinggung lalu terjadilah peristiwa pembunuhan tersebut.

Dengan mengesampingkan pekerjaan korban, kasus tersebut memberi pelajaran berharga bagi kita semua. Kita harus ekstra hati-hati dalam menggunakan lidah. Perkataan bisa lebih tajam dari sebilah samurai asli Jepang sekalipun. Pedang hanya melukai fisik semata, sedangkan kata-kata bisa menusuk tajam ke dalam hati. 

Salamatul insan min hifdzil lisan 
(keselamatan manusia tergantung bagaimana dia menjaga lisannya)

    

No comments:

Post a Comment